Aku tidak sendiri lagi

Featured

Tag

Aku dan Alif

Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih  dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman”

Iklan

My favorite artist of korea

Tag

,

I do not know why I love the country one of the artists from korea? what a cool luggage because of y, such as teenage children with a fever diIndonesia with artists from the Korean nation.

Tertuntuk Anaku Alif

Tag

Alif umur 4 bulanSayang….hari ini mama baru bisa membuat suatu kata untukmu, bukannya mama tidak ada waktu, tetapi setiap mama untuk menulis sapatakata untuk anak mama, mama selalu menagis tak kuasa kalimat-kalimat yang mama akan tulis bukan saja dari pikiran mama tapi dari hati mama. Karena alif adalah belahan hati mama, Alifku sayang tumbulah engaku menjadi seorang pria yang cinta kepada agama, taat kepada orang tua. Dan agar kelak kau tahu bahwa aku sangat menyayangimu. Alif hari ini kau sakit panas dan batuk dan kau susah tidur, itupun membuat hati mama gelisah walopun kau dalam keadaan sakit, tetapi kau tidak memperdulikannya kau tetap saja bermain seperti hari biasanya. Kini aku baru sadar peran sebagai mama masa ALLAH tidak memandang siang atau malam, hujan atau panas semata-mata hanya untuk anak. Kini hanya hati yang dapat bicara…. untukmu anakku.

Flamboyaan

Aku baru saja menyelesaikan membaca novel karangan Maria A Sardjjono “ Ketika Flamboyan Berbuga”, jujur aku adalah salah satu dia antara mereka yang suka baca novel dan yang paling lambat untuk mengsikat agar cepat menyelesaikannya. Dan aku bukan salah satu di antara mereka yang cepat menghabiskan satu buku novel dalam waktu cepat. Jujur sekian banyak novel yang sering aku baca, tetapi aku tidak tahu mengapa aku membaca novel dari karangan Maria A Sardjjono membuat dirku benar-benar terlena dan sehingga aku merasakan apa yang ada di dalam cerita novel tersebut. Maria A Sardjjono kau hebat sebagai penulis dengan menggunakan bahasa yang sederhana menceritakan seorang wanita yang berhati dinggin (ambar sebagai pemeran wanitanya) dan gatot sebagai pemeran priannya yang tidak mengenal kata menyerah untuk meluluhkan hati ambar. Yang membuatku terkejut ada sebuah tulisan yang sama persih dengan apa yang aku sering lontarkan “terkadang keterusterangan lebih baik daripada apa-apa yang disembunyikan walou dengan dalih yang sangat beralasan sekalipun”.

Aku Harus Bisa

Aku tidak boleh seperti ini terus, aku malu dengan usia yang makin hari makin bertambah tua tapi keadaan tidak berubah…..aku ingin seperti mereka, mengapa aku tidak bisa. Aku tidak mungkin harus berpangkuh tangan terus aku harus bisa merubahnya tanpa melakukan hal aneh atau melanggar syariat islam….Allah engkau tau apa yang ada di dalam pikiranku, berikan petunjukmu dan mudahkan jalanku karna aku melihat di depan mata orang yang pernah aku kenal beberapa tahun yang lalu melalui akun facebooknya, masa Allah aku tak percaya dia wanita berhasil yang pantas aku katakan (kata aku), dia waniat mandiri dan dia sudah berumah tangga dan sangat cukup pendapatan suaminya,  Allah bantu aku ya.

Catatan Kecil

 Jauh sudah kita menapaki hidup. Tak terhitung banyaknya pengalaman yang kita dapatkan. Berbagai pelajaran kehidupan telah kita rasakan.Adayang manis, namun tak sedikit yang pahit. Semuanya telah diatur-Nya dengan sangat indah bagi kita, sehingga mampu menjadikan kita seperti saat ini.

 Setiap orang menyikapi perjalanan hidupnya berbeda-beda.Adayang menerimanya tanpa perlu memikirkannya, namun tak jarang ada yang menikmatinya dengan penuh kesadaran. Di sisi lain, tak sedikit yang berontak dan tidak menerima perjalanan hidupnya dengan lapang dada. Semua punya cara masing-masing menjalani kehidupannya, namun tak ada yang mampu mengelak dari rencana-Nya.

Sementara aku, aku adalah manusia yang masih dalam taraf berlajar menyikapi hidup dengan lebih bijaksana. Aku masih berusaha menyikapi hidup selalu dalam rasa syukur. Meski tak jarang, di saat terjatuh, tak urung aku berat untuk mengucap syukur. Namun seiring berjalannya waktu, baru aku sadari bahwa ternyata rencana-Nya untukku memang sungguh indah.

Berbekal kesadaran itulah, aku ingin membuat catatan kehidupanku. Tujuanku adalah agar aku bisa belajar kembali dari sejarah perjalanan hidupku. Bukan berarti aku harus selalu menengok ke belakang, bukan pula aku tak ingin maju ke depan. Melainkan agar aku punya “bahan” untuk mengigatkanku atas semua pelajaran berharga yang pernah aku miliki. Agar aku tak lupa bahwa pada suatu waktu aku pernah mempunyai pengalaman hidup yang bermanfaat untuk membuatku menjadi jauh lebih baik lagi.

Sementara pengalaman pahit bagiku tak layak untuk dilupakan begitu saja. Setidaknya, dengan memiliki catatan itu, aku bisa mengingatnya untuk tidak mengulangi pengalaman pahit yang serupa. Berbekal pengalaman pahit itu, aku yakin aku bisa melangkah jauh lebih kuat.

Itulah mengapa…, aku memutuskan untuk memiliki catatan kecil di sini. Catatan yang lebih banyak bercerita tentang duniaku, sekitarku, pikiranku, perasaanku dan semua yang menyangkut tentang aku. Catatan yang ternyata membuatku semakin bergairah untuk belajar lebih banyak lagi tentang kehidupan.

Sekarang untuk memiliki sebuah catatan tak lagi harus dengan menulis. Bagiku, keberadaan komputer dan internet ternyata mampu menggugah lagi semangatku untuk memiliki catatan kehidupan itu. Catatan yang bisa aku bentuk semauku, sesuka hatiku, hingga aku nyaman berlama-lama menuliskan segala hal tentang aku dan sekitarku.

Dulu, aku suka sekali menulis perjalanan hidupku dalam diary. Aku ingat sekali, diary pertama yang aku miliki sangat indah. Diary itu bergambar hati, berwarna unggu, berbau sangat harum dan ada kuncinya. Diary istimewa itu aku miliki saat aku kelas 1 SMP sebagai hadiah ulang tahun dari sahabatku adalah teman sekelasku waktu aku SMP dulu.

Berawal dari itulah aku suka mencatat semua perjalanan hidupku. Namun, seiring dengan kesibukanku aktivitas menulisku jadi semakin menurun.

Namun, sejak aku mengenal internet dan blog, aku serasa menemukan duniaku yang pernah hilang dulu. Aku kini bisa memiliki lagi catatan kehidupanku. Meskipun sempat terputus selama sekian lama, tak mengapa, setidaknya aku telah bisa kembali belajar dari pengalaman hidupku sendiri.

Akan lebih senang membuatku semakin bersemangat memiliki catatan kehidupan ini, hanya ucapan terima kasih yang bisa aku berikan.

Berdamai dengan masa lalu

Sering helan nafas panjang yang kukeluarkan, aku menyadari tak sedikitpun ketegangan yang kurasakan saat ini berkurang. Otot leherku semakin kaku saat langkahku makin mendekatin pintu rumah, yang sepanjang aku tahu, telah berdiri jauh sebelum aku di lahirkan dan belum pernah di rubah. Ketegangan yang semakin mingkat seakan akan menekan pembuluh darah di kepalaku, penyebab rasa pusing luar biasa yang selalu aku rasakan setiap kali aku datang,  memasuki rumah aku bagaikan memasuki sebuah bioskop yang telah memutar sebuah film drama kehidupanku, masa lalu yang menyakitkan, penuh rasa sakit, kemarahan silih berganti sering hal itu terjadi, kurasakan leherku semakin kaku  dan pundakku semakin berat.  Aku tak kuasa  menghentikannya, walou hal itu hanya sebuah kenagan masa lalu